Desember 6, 2007
· Disimpan dalam sistem manajemen operasi
Sistem operasi telah berkembang selama lebih dari 40 tahun dengan dua tujuan utama. Pertama, sistem operasi mencoba mengatur aktivitas-aktivitas komputasi untuk memastikan pendayagunaan yang baik dari sistem komputasi tersebut. Kedua, menyediakan lingkungan yang nyaman untuk pengembangan dan jalankan dari program.
Pada awalnya, sistem komputer digunakan dari depan konsul. Perangkat lunak seperti assembler, loader, linkerdan compiler meningkatkan kenyamanan dari sistem pemrograman, tapi juga memerlukan waktu set-up yang banyak. Untuk mengurangi waktu set-up tersebut, digunakan jasa operator dan menggabungkan tugas-tugas yang sama (sistem batch). Sistem batch mengizinkan pengurutan tugas secara otomatis dengan menggunakan sistem operasi yang resident dan memberikan peningkatan yang cukup besar dalam utilisasi komputer. Komputer tidak perlu lagi menunggu operasi oleh pengguna. Tapi utilisasi CPU tetap saja rendah. Hal ini dikarenakan lambatnya kecepatan alat-alat untuk I/O relatif terhadap kecepatan CPU. Operasi off-line dari alat-alat yang lambat bertujuan untuk menggunakan beberapa sistem reader-to-tape dan tape-to-printer untuk satu CPU.
Untuk meningkatkan keseluruhan kemampuan dari sistem komputer, para developer memperkenalkan konsep multiprogramming. Dengan multiprogramming, beberapa tugas disimpan dalam memori dalam satu waktu; CPU digunakan secara bergantian sehingga menambah utilisasi CPU dan mengurangi total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Multiprogramming, yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan, juga mengizinkan time sharing. Sistem operasi yang bersifat time-shared memperbolehkan banyak pengguna untuk menggunakan komputer secara interaktif pada saat yang bersamaan. Komputer Personal adalah mikrokomputer yang dianggap lebih kecil dan lebih murah dibandingkan komputer mainframe. Sistem operasi untuk komputer-komputer seperti ini diuntungkan oleh pengembangan sistem operasi untuk komputer mainframe dalam beberapa hal. Namun, semenjak penggunaan komputer untuk keperluan pribadi, maka utilisasi CPU tidak lagi menjadi perhatian utama. Karena itu, beberapa desain untuk komputer mainframe tidak cocok untuk sistem yang lebih kecil.
Desember 6, 2007
· Disimpan dalam sistem manajemen operasi
Sebagai tambahan terhadap abstraksi hardware, umumnya sistem operasi mengatur sumber daya dari sistem dengan baik. Sumber daya adalah istilah umum yang dapat merujuk pada setiap komponen dari sistem yang sanggup melakukan perkerjaan. contohnya, processor adalah sumber daya, begitu juga RAM dan disk. Sound card dan network card juga sumber daya walaupun tidak semua hardware adalah sumber daya. Untuk pengaturan sumber daya yang lebih baik, sistem operasi dapat membagi sumber daya menjadi sub-sumber daya yang sejenis. Misalnya, disk adalah sumber daya, tetapi melalui file system, sistem operasi dapat membagi disk menjadi file, yang mana juga sumber daya. Manajemen sumber daya adalah proses pemberian sumber daya kepada aplikasi untuk digunakan. Hal tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda untuk sumber daya yang berbeda, dengan perbedaan utama terletak pada multiplexing, locking dan access control.
- Multiplexing adalah berbagi sebuah sumber daya antara akses-akses yang berlangsung bersamaan. ini adalah perhatian utama untuk multitasking sistem operasi. Banyak sumber daya dapat di share untuk menyediakan akses bagi aplikasi-aplikasi yang berbeda.
- Locking beberapa device mungkin tidak dapat di multiplexed. Contohnya, backup device tidak dapat segera di multiplex apabila dua aplikasi mau melakukan backup dalam waktu yang bersamaan. Ini adalah error. Tetapi sistem operasi tidak seharusnya membiarkan error ini terjadi dan berpengaruh besar pada sistem. Untuk memastikan hal ini, sistem operasi menyediakan beberapa jenis locking ketika device tidak dapat di multiplex. Locking menjamin bahwa hanya satu aplikasi saja yang mempunyai akses ke sebuah device dalam waktu yang ditentukan.
- Access Control kadang manajemen sumber daya tidak melibatkan pemecahan masalah dari beberapa proses pengaksesan hardware. Malahan, manajemen sumber daya melibatkan perlindungan proses dari proses lainnya. Security secara khas terimplementasikan di beberapa bentuk sebagai bagian dari manajemen sumber daya. Access control adalah kontrol sumber daya yang disediakan oleh sistem operasi untuk menguatkan batasan-batasan security. Contohnya, sebuah sistem operasi mungkin akan memperbolehkan sebuah aplikasi untuk membuat file yang secara spesifik hanya pengguna tertentu saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya.
User Interface
Tujuan ketiga dari sistem operasi adalah untuk menyediakan beberapa jenis media tatap muka bagi pengguna untuk mempermudah mengontrol sistem dan menjalankan aplikasi-aplikasi. Tujuan ini membawa perancangan sistem operasi jauh dari pertanyaan-pertanyaan teknis yang umumnya ada di diskusi sistem operasi dan lebih ke arah pertanyaan psikologis mengenai cara terbaik untuk berinteraksi antara manusia dan sistem. User interface juga aspek yang sangat modular dari perancangan sistem operasi. dengan demikian, antarmuka pengguna dapat dipaksa ke urutan atas dari perancangan-perancangan lain dengan mudah.
Adapun prinsip-prinsip dalam merancang sistem operasi adalah:
- Extensibility. Extensibility terkait dengan kapasitas sistem operasi untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi komputer, sehingga setiap perubahan yang terjadi dapat difasilitasi setiap waktu, pengembang sistem operasi modern menggunakan arsitektur berlapis, yaitu struktur yang modular. Karena struktur yang modular tersebut, tambahan subsistem pada sistem operasi dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi subsistem yang sudah ada.
- Portability. Suatu sistem operasi dikatakan portable jika dapat dipindahkan dari arsitektur hardware yang satu ke yang lain dengan perubahan yang relatif sedikit. Sistem operasi modern dirancang untuk portability. Keseluruhan bagian sistem ditulis dalam bahasa C dan C++. Semua kode prosesor diisolasi di DLL (Dynamic Link Library) disebut dengan abstraksi lapisan hardware.

- Reliability. Adalah kemampuan sistem operasi untuk mengatasi kondisi error, termasuk kemampuan sistem operasi untuk memproteksi diri sendiri dan penggunanya dari software yang cacat. Sistem operasi modern menahan diri dari serangan dan cacat dengan menggunakan proteksi perangkat keras untuk memori virtual dan mekanisme proteksi perangkat lunak untuk sumber daya sistem operasi.
- Security. Sistem operasi harus memberikan keamanan terhadap data yang disimpan dalam semua drive.
- High Performance. Sistem operasi dirancang untuk memberikan kinerja tinggi pada sistem desktop, server sistem multi-thread yang besar dan multiprosesor. untuk memenuhi kebutuhan kinerja, sistem operasi menggunakan variasi teknik seperti asynchronous I/O, optimized protocols untuk jaringan, grafik berbasis kernel, dan caching data sistem berkas.
Untuk merancang sistem operasi diperlukan persiapan-persiapan yang matang. persiapan-persiapan yang diperlukan dalam merencanakan perancangan sistem operasi yaitu:
- Memikirkan dimana nantinya sistem operasi akan dijalankan. ini dikarenakan banyaknya sistem komputer dan masing-masing sistem komputer tidak saling mendukung.
- Memikirkan kegunaan sistem operasi tersebut. fungsi sistem operasi sebagai pelayan bagi program aplikasi dan masing-masing program aplikasi mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang saling berbeda. disinilah perlu dipikirkan kegunaan sistem operasi yang akan dirancang. akan tetapi, biasanya sistem operasi dirancang agar dapat menjalankan berbagai macam aplikasi. Sistem operasi ini disebut sistem operasi umum, tetapi kadang sistem operasi ditujukan bagi aplikasi-aplikasi tertentu saja, misalnya sistem operasi database.
- Bahasa pemrograman yang akan digunakan. banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk merancang sistem operasi dan tiap-tiap bahasa mempunyai kekurangan dan kelebihan, tetapi bahasa apapun yang jadi pilihan nantinya haruslah sudah dikuasai dengan baik.
Desember 6, 2007
· Disimpan dalam sistem manajemen operasi
Untuk membiarkan sistem robot mandiri (ARS) bekerja pada dunia nyata, kontrol dan sistem sensor harus memperhatikan tantangan yang diakibatkan oleh keitdakpastian observasi terhadap lingkungan dan kondisi tugasnya. Oleh karena itu, harus diperhatikan seberapa jauh kebutuhan sistem kontrol yang akan digunakan untuk mendesaian sistem robot mandiri. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, diantaranya :
- Sistem kontrol robot bersifat sensor driven

Satu masalah yang dihadapi pada lingkungan yang tidak terstruktur adalah tidak mungkin memperkirakan hasil dari tiap aksi secara tepat. Kondisi ini juga menunjukkan sedikitnya kemungkinan menemukan deret aksi yang akan memecahkan tugas yang diberikan berdasarkan semua kemungkinan yang telah diperhitungkan sebelumnya.
Oleh karena itu sistem kontrol robot harus dikendalikan sensor(sensor driven) dan mengijinkan robot untuk bereaksi terhadap kejadian (event) yang tidak diharapkan secara on line. Pendekatan kontrol reaktif seperti ini dapat menjadi robust dengan mempertimbangkan gangguan yang terbatas dan dapat memperbaiki diri secara mandiri terhadap gangguan yang tak dapat dimodelkan tanpa memerlukan perencanaan ulang. Hal ini memberikan respon level rendah yang lebih fleksibel terhadap situasi baru dan mengijinkan robot untuk melakukan tugas pada konsidi munculnya noise pada sensor dan terjadinya perubahan kondisi lingkungan.
Desember 6, 2007
· Disimpan dalam sistem manajemen operasi
CEBIT merupakan pameran yang berfokus pada teknologi informasi, dan telekomunikasi terbesar di dunia, yang diselenggarakan di Hannover. Pameran ini diikuti oleh sekitar 7500 peserta dari 60 negara, dan diliput oleh sekitar 9000 jurnalis. Pelaksanaan pameran ini didukung oleh sekitar 80.000 petugas. Pameran diselenggarakan di lokasi seluas 969.500 kuadrat meter, terdiri dari 28 hall dengan luas lokasi pameran sekitar 387.000 kuadrat meter. Membutuhkan waktu cukup lama untuk berjalan dari pintu masuk hingga ke bagian belakang sekitar 45 menit. Tahun 1999, CEBIT diselenggarakan dari tanggal 18 hingga 24 Maret 1999 dengan ticket masuk seharga 60 DM untuk karcis harian, dan 140 DM untuk karcis terusan. Sedangkan bagi pelajar dan mahasiswa disediakan potongan harga pada tanggal 21 dan 24 Maret yaitu menjadi seharaga 25 DM.
Tidak mengherankan bila Linux mendapat tempat yang khusus di khalayak Jerman ini, mengingat Linux dapat menawarkan kesempatan bagi produk lokal untuk berperan di dunia global seperti StarDivision GmbH, Adabas, dan SuSE GmbH. Di samping itu sebagai masyarakat yang sangat berorientasi kepada hal teknis, mereka jauh lebih tertarik kepada kemampuan teknis yang ditawarkan oleh Linux ketimbang pernyataan iklan dan pemasaran. Salah satu yang menjadi pokok perhatian bagi khalayak Jerman pada suatu pameran komputer adalah kesempatan terbukanya lapangan kerja. Tampaknya Linux menawarkan kemungkinan terbukanya lapangan kerja bagi orang Jerman, sehingga mereka menjadi sangat antusias dengan Linux. Tampak di CEBIT bahwa bisnis dukungan teknis untuk Linux memiliki masa depan yang cukup cerah. Baik melalui email, telfon atau penyediaan jasa dukungan teknis secara lengkap. Hal inilah yang membuat Linux makin populer di Jerman.
 |
|
Dalam kereta api menuju Hannover yang diisi oleh para calon pengunjung CEBIT, banyak sekali pembicaraan para calon pengunjung ini berkisar mengenai Linux. Persoalan perbandingan dengan sistem operasi yang populer di pasaran menjadi begitu banyak terdengar. Sebagian besar mengeluh karena ketidak-stabilan sistem operasi Windows. Ditambah lagi pada minggu ini ada 2 majalah komputer di Jerman, yaitu PC Intern yang memberikan supplement CD Linux SuSE 6.0 dengan beragam aplikasi dan memberi bahasan total mengenai seluk beluk Linux bagi pemula. Begitu juga Internet Profesionelle yang memberikan CD Linux SuSE 6.0 juga. Sehingga dapat dikatakan histeria massa dengan Linux mulai terbentuk pada minggu sebelum CEBIT 1999 ini.
Sebetulnya banyak perusahaan yang berkaitan dengan Linux lainnya yang ingin mengikuti CEBIT ini, tetapi terbentur pada faktor ketersediaan stand. Seluruh stand telah dibooking, padahal pendarfataran harus dilakukan 1 tahun sebelumnya. Karena bisa dikatakan Linux Boom terjadi 6 bulan yang lalu, maka sulit bagi perusahaan tersebut untuk berpartisipasi dalam CEBIT ini. Mungkin di tahun mendatang akan kita temui stand yang memiliki logo Penguin ini akan semakin banyak. Linux boom makin terasa mulai pada acara LinuxWorld pada tanggal 1 hingga 4 Maret 1999 di Silicon Valley, dengan diisi begitu banyak pernyataan dukungan dari berbagai vendor, dari IBM, yang akan menyediakan dukungan teknis 24 jam 7 hari, Pacific High Tech, dan berbagai kerja sama yang melibatkan Caldera, Red Hat serta SuSE.
Perjalanan akan kita mulai dari hall 1 hingga ke hall-hall selanjutnya mengunjungi stand yang memiliki kaitannya dengan si Penguin ini.
November 25, 2007
· Disimpan dalam sistem manajemen operasi
Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,
masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan
penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan
dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (
a people management
capability maturity model
/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan
organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan
melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,
pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.
3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional
Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama
antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai
suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem
maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :
1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah
satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.
2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang.
3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau
kedudukannya masing-masing.
4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan
(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.
5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk
membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.
6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan
dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.
7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi
keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang
organisasi.
Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja
bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan
tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :
1. tujuan organisasi yang jelas
2. tugas yang dilakukan harus jelas
3. pembagian tugas yang adil
4. penempatan posisi yang tepat
5. adanya koordinasi dan integrasi
Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan
manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat
menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas
(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya
bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.
1. Manajemen tingkat bawah (operasional)
- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah
ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila
diterapkan dengan benar.
- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas
sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol
inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.
- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat
tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan
pengguna
on-line
terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi
real-time
2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)
- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan
mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa
dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan
meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk
meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan
produktivitas.
- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan
membutuhkan sangat besar informasi
real- time
agar dapat melakukan
pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai
standar.
3. Manajemen tingkat atas (strategik)
- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing
manajer operasional dan manajer tingkat menengah.
- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak
pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya
adalah pengarahan dan perencanaan.
- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi
menjalankan tugas dan tujuan organisasi.
- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-
perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui
peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi
perusahaan-perusahaan pesaing)